Rabu, 15 April 2026

Panduan Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

 

πŸ’— I. Peralatan yang Dibutuhkan πŸ’—

Sebelum konfigurasi, siapkan:

Router MikroTik hAP lite (RB941-2nD)
Laptop / PC
Kabel UTP / LAN
Software Winbox
Koneksi internet dari Modem / ISP

πŸ’— II. Topologi Jaringan Sederhana πŸ’—


Keterangan:
Ether1 → koneksi ke Internet / Modem
Ether2-Ether4 → koneksi ke jaringan LAN

πŸ’— III. Panduan Login Pertama Winbox MikroTik πŸ’—

πŸ’— 3.1 Persiapan Awal πŸ’—

Langkah-langkah:

Hubungkan kabel LAN dari Ether2 MikroTik ke Laptop.
Sambungkan power MikroTik menggunakan adaptor / micro USB.
Jalankan aplikasi Winbox di komputer.

Sebelum login, pastikan:
Router MikroTik sudah menyala
PC/Laptop terhubung ke MikroTik via:
Kabel LAN (Ether2–Ether5)
Sudah download aplikasi Winbox dari MikroTik

πŸ’— 3.2 Cara Download Winbox πŸ’—

Buka website resmi MikroTik: https://mikrotik.com/download
Scroll ke bagian Tools & Utilities
Cari Winbox
Klik tombol Download (biasanya file bernama winbox.exe)

πŸ’— 3.3 Cara Menggunakan Setelah Download πŸ’—

Tidak perlu instalasi (portable)
Klik dua kali file winbox.exe
Akan langsung terbuka aplikasi Winbox

Hubungkan ke MikroTik:
Via MAC Address (tab Neighbors)
Atau via IP Address

πŸ’— 3.4 Tips Penting πŸ’—

Gunakan hanya dari situs resmi MikroTik untuk menghindari virus
Tidak perlu install → langsung jalan
Bisa disimpan di flashdisk untuk penggunaan di banyak komputer
Pastikan jaringan sudah terhubung ke router MikroTik

πŸ’— 3.5 Membuka Aplikasi Winbox πŸ’—

Klik 2x file winbox.exe
Akan muncul tampilan utama Winbox

πŸ’— 3.6 Mendeteksi Router (Neighbors) πŸ’—

Klik tombol “Neighbors”
Tunggu beberapa detik
Akan muncul daftar router MikroTik:
MAC Address
IP Address
Identity

Pilih salah satu (biasanya otomatis terdeteksi)

πŸ’— 3.7 Login Pertama πŸ’—

Gunakan data default:

Login : admin
Password : (kosongkan saja)

Kemudian:

Klik Connect

πŸ’— 3.8 Ganti Password (WAJIB!) πŸ’—

Setelah berhasil login:

Klik menu System → Users
Pilih user admin
Klik Password
Isi password baru (minimal kuat)
Klik OK

2 Cara Menghubungkan Router Mikrotik Ke Internet

 


πŸ’— Cara Setting dan Menghubungkan Router Mikrotik Dengan Internet Di Virtualbox πŸ’—

Sebelumnya kita sudah melakukan install mikrotikOS di virtualbox, nah itu hanya sekedar install saja belum untuk setting mikrotik kita agar mikrotik kita bisa internet atau membagikan internet ke client bisa melalui hotspot atau wireless atau melalui kabel.

Di artikel ini kita akan setting mikrotik agar mikrotik bisa terhubung dengan mikrotik, disini saya masih menggunakan mikrotik yang sebelumnya sudah saya install di virtualbox.

Dan untuk clientnya saya menggunakan virtualbox juga yang sistem operasinya itu adalah windows xp. Baiklah kita langsung saja untuk mulai setting router mikrotiknya agar bisa terhubung dengan mikrotik.

πŸ’— Setting router agar dapat terhubung internet πŸ’—

Untuk setting router mikrotik agar mikrotik bisa terhubung dengan internet ini memiliki 2 cara bisa melalui DHCP Client bisa juga dengan setting IP secara static.

Nah untuk kedua cara itu akan saya beritahukan konfigurasinya sampai si Client terhubung dengan Internet.

πŸ’— Setting dhcp client di mikrotik agar terhubung internet 

πŸ’— 1. πŸ’—

Pertama, kalian hubungkan atau nyalakan mikrotik kalian dan remote mikrotik kalian menggunakan winbox.

πŸ’— 2. πŸ’—

Klik menu IP lalu klik menu DHCP Client setelah itu akan muncul window DHCP Client langsung saja kalian klik tombol tambah [+] seperti gambar dibawah ini.



πŸ’— 3. πŸ’—

Selanjutnya setelah kalian klik tombol tambah, akan muncul window new DHCP Client.

Pada tampilan dibawah ini, kalian pilih interface yang menjadi sumber internet kalian.
Karena disini internet nya saya terhubung dengan ether1 maka saya pilih ether1, lalu kalian langsung klik apply dan ok



πŸ’— 4. πŸ’—

Setelah kalian klik apply dan ok, kalian akan melihat tampilan seperti gambar dibawah ini.

Jika statusnya sudah bound seperti gambar dibawah itu artinya mikrotik kalian sudah terhubung oleh internet.



.

πŸ’— 5. πŸ’—

Ini hasil setelah status dhcp clientnya menjadi bound.



πŸ’— Setting IP Address Static di mikrotik agar terhubung ke internet πŸ’—

πŸ’— 1. πŸ’—

Pertama di Winbox kalian klik IP lalu kalian klik addresses setelah klik addresses akan muncul window address list saat di address list kalian klik tombol tanda tambah [+].



πŸ’— 2. πŸ’—

Setelah kalian klik tombol tanda tambah, akan muncul window address seperti gambar dibawah ini.

Perlu di ingat address ini kalian isi sesuai IP address yang kalian dapat yaa..
disini saya memasukan ip address 192.168.100.10 karena IP gateway saya 192.168.100.1
jika sudah memasukan ip address kalian pilih interface yang menjadi sumber internet kalian, disini saya menjadikan ether1 menjadi sumber internet.

Untuk IP network akan terisi otomatis saat kalian menekan tombol apply dan ok.


πŸ’— 3. πŸ’—

Setelah kalian selesai mengisi ip address, lalu selanjutnya kalian klik menu IP lalu klik menu DNS setelah kalian klik menu DNS akan muncul DNS setting seperti gambar dibawah ini.


Untuk disini kalian isi DNS yang kalian dapat dari ISP kalian masing masing, disini saya mendapatkan DNS 8.8.8.8, 8.8.4.4 dan 192.168.1.1 dan jangan lupa centang allow remote requests.
maka saya masukan seperti gambar dibawah. Jika sudah klik apply dan ok.

πŸ’— 4. πŸ’—

Jika sudah mengisi DNS selanjutnya kalian isi ip gateway di route list, dengan cara klik menu IP lalu menu routes setelah itu akan muncul routes list.
Di window routes list, klik tombol tambah seperti gambar dibawah ini.



Setelah klik tombol tambah akan muncul window route, masukan IP gateway kalian di kolom menu gateway.
Setelah sudah memasukan ip gateway kalian klik tombol apply dan akan muncul status reachable ether1.
Pastikan status nya itu reachable bukan unreachable.



Jika sudah kalian klik tombol ok.

πŸ’— 5. πŸ’—

Setelah sudah memasukan IP gateway, sekarang kita setting firewall nat di mikrotiknya, dengan cara pertama kalian klik menu IP lalu pilih firewall lalu kalian pilih menu NAT dan tombol tanda tambah, seperti gambar dibawah ini.



Setelah sudah menekan tombol tanda tambah akan muncul window new NAT Rule. Pada menu General kalian isi menu kolom out interface nya dengan ethernet yang menjadi sumber internet kalian.
Selanjutnya kalian klik tab menu action.



Setelah sudah klik tab menu action, di kolom actionnya kalian isi dengan masquerade dan jangan lupa klik tombol apply dan ok, seperti gambar dibawah ini.



Jika sudah akan muncul list nat seperti gambar dibawah ini.



Selanjutnya kita cek apakah sudah benar benar terhubung mikrotik kita oleh internet?
Gambar dibawah adalah hasil nya.



Gimana setting mikrotik atau konfigurasi kalian apakah mikrotik kalian sudah terhubung oleh internet?
Inilah 2 cara untuk hubungkan mikrotik dengan internet, cukup mudah bukan? jika kalian masih bingung atau masih belum terlalu paham kalian bisa ber-komentar di kolom komentar dibawah ini.

Jika ada pertanyaan atau saran, kritik, ataupun itu masukan kalian bisa lewat atau ketikan itu semua di kolom komentar atau kontak page diblog ini.

πŸ’— Sekian Terimakasih πŸ’—

Informasi sedikit dari admin Blog Catatan Shand

Hai, Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini, semoga artikel diblog ini dapat membantu kalian, jika kalian menemukan ada link rusak atau kesalahan dalam memberikan informasi didalam artikel atau diblog ini bisa contact admin langsung Disini.

Atau jika kalian ingin memberikan seperti saran, kritik bisa langsung komentar di kolom komentar atau bisa contact admin langsung Disini atau langsung report admin melalui report page bisa langsung saja Disini

https://catatanshand.blogspot.com/2020/09/cara-setting-dan-menghubungkan-router-mikrotik-ke-internet.html

Pengantar Mikrotik

 


πŸ’— SEJARAH MIKROTIK πŸ’—

MikroTik adalah perusahaan kecil yang berkantor pusat di negara Latvia, yang letaknya bersebelahan dengan Rusia.

Perusahaan ini diprakarsai oleh dua orang, yaitu:

  • John Trully

  • Arnis Riekstins

John Trully merupakan seorang warga Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di sana ia bertemu dengan Arnis Riekstins, seorang sarjana di bidang Fisika dan Mekanik, sekitar tahun 1995.

Pada tahun 1996, mereka mulai mengembangkan konsep jaringan dengan tujuan besar yaitu “me-routing seluruh dunia”.

Awalnya, mereka menggunakan:

  • Sistem operasi Linux

  • MS-DOS

  • Teknologi Wireless LAN (WLAN) Aeronet dengan kecepatan 2 Mbps

Pengembangan pertama dilakukan di negara Moldova, yang merupakan negara tetangga Latvia. Setelah itu, mereka mulai melayani sekitar lima pelanggan di Latvia.

πŸ’• Tujuan Awal MikroTik

Tujuan utama mereka bukan untuk membuat Wireless ISP (W-ISP), melainkan:

  • Membuat program router yang handal

  • Dapat digunakan di seluruh dunia

Latvia hanya dijadikan sebagai tempat eksperimen. Saat ini, MikroTik telah berkembang dan digunakan di banyak negara, termasuk Sri Lanka yang melayani ratusan pengguna.

Linux pertama yang digunakan adalah Kernel 2.2, yang dikembangkan bersama tim Research and Development (R&D) sekitar 5–15 orang.

Selain tim internal, MikroTik juga bekerja sama dengan:

  • Tenaga lepas

  • Pihak ketiga

Pengembangan dilakukan secara intensif hingga MikroTik menjadi sangat populer, terutama di negara berkembang.

πŸ’— KONSEP PERANGKAT MIKROTIK πŸ’—

Router MikroTik didesain dengan sistem modular, artinya:

  • Bisa ditambahkan interface (terutama wireless)

  • Disesuaikan dengan kebutuhan jaringan

Jumlah interface bisa ditambah sesuai slot MiniPCI yang tersedia.

πŸ’• Performa Perangkat

Kemampuan routerboard ditentukan oleh:

  • Processor

  • Memori

Kinerja jaringan diukur dalam:

  • bps (bit per second)

  • pps (packet per second)

πŸ’— JENIS-JENIS MIKROTIK πŸ’—

πŸ’• 1. MikroTik RouterOS

MikroTik RouterOS adalah versi perangkat lunak (software).

  • Bisa diinstal di PC

  • Menggunakan CD atau file image

  • File dapat diunduh dari website resmi MikroTik

Namun:

  • Versi gratis hanya berlaku 24 jam (trial)

  • Untuk penggunaan penuh harus membeli lisensi

  • Satu lisensi hanya berlaku untuk satu harddisk


πŸ’• 2. Built-in Hardware MikroTik (RouterBoard)

Merupakan MikroTik dalam bentuk perangkat keras (hardware).

  • Sudah terinstal RouterOS

  • Tidak perlu instal ulang

  • Lisensi sudah termasuk

RouterBoard tersedia dalam berbagai bentuk:

  • Indoor router

  • Outdoor router

  • Router dengan wireless

Pengguna bisa langsung menggunakannya tanpa konfigurasi instalasi awal.

πŸ’— FITUR-FITUR MIKROTIK πŸ’—

Berikut adalah fitur-fitur penting pada MikroTik:

πŸ’• 1. Address List

Pengelompokan IP Address berdasarkan nama.

πŸ’• 2. Bridge

Berfungsi untuk:

  • Bridge spanning tree

  • Multiple bridge interface

  • Bridging firewall

πŸ’• 3. Data Rate Management

QoS berbasis HTB, meliputi:

  • Burst

  • PCQ

  • RED

  • SFQ

  • FIFO queue

  • CIR

  • MIR

  • Limit antar peer to peer

πŸ’• 4. Asynchronous

Mendukung:

  • PPP dial-in / dial-out

  • Autentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2

  • Radius

  • Dial on demand

  • Modem pool hingga 128 port

πŸ’• 5. Bonding

Menggabungkan beberapa ethernet menjadi satu koneksi cepat.

πŸ’• 6. DHCP

Fitur:

  • DHCP Server

  • DHCP Relay

  • DHCP Client

  • Static dan dynamic lease

  • Monitoring traffic

πŸ’• 7. NTP (Network Time Protocol)

Digunakan untuk:

  • Sinkronisasi waktu server dan client

  • Bisa menggunakan GPS

πŸ’• 8. Point to Point Tunneling Protocol

Digunakan untuk koneksi jaringan tunneling.

πŸ’• 9. Proxy

Mendukung:

  • FTP dan HTTP cache

  • HTTPS proxy

  • Transparent proxy

  • SOCKS

  • Static DNS

πŸ’• 10. Routing

Mendukung:

  • RIP v1/v2

  • OSPF v2

  • BGP v4

πŸ’• 11. SDSL

Mendukung koneksi DSL dan pengaturan jalur jaringan.

πŸ’• 12. Simple Tunnel

Contoh:

  • IPIP

  • EoIP (Ethernet over IP)

πŸ’• 13. SNMP

Monitoring jaringan dengan mode read-only.

πŸ’• 14. Firewall dan NAT

Mampu memfilter berdasarkan:

  • MAC Address

  • IP Address

  • Port

  • Protokol

πŸ’• 15. Hotspot

  • Login user

  • Autentikasi RADIUS

  • Support SSL/HTTPS

πŸ’• 16. IPSec

Fitur keamanan:

  • Enkripsi (DES, 3DES, AES)

  • MD5, SHA1

  • Perfect Forward Secrecy

πŸ’• 17. M3P

Protokol MikroTik untuk wireless dan ethernet.

πŸ’• 18. ISDN

Mendukung dial-in dan dial-out dengan berbagai autentikasi.

πŸ’• 19. MNDP

Protokol untuk mendeteksi perangkat jaringan (mirip CDP).

πŸ’• 20. Tools

Fitur:

  • Ping

  • Traceroute

  • Bandwidth test

  • SSH

  • Packet sniffer

  • DNS update

πŸ’• 21. VLAN

Mendukung:

  • IEEE 802.1Q

  • Multiple VLAN

  • VLAN bridging

πŸ’• 22. WinBox

Aplikasi GUI untuk:

  • Remote MikroTik

  • Konfigurasi RouterOS



πŸ’— MEDIA PENYIMPANAN MIKROTIK πŸ’—

MikroTik bisa diinstal di:

  • Harddisk

  • DOM (Disk On Module)

πŸ’• Keunggulan DOM:

  • Lebih tahan lama

  • Tidak mudah rusak

  • Jika rusak dalam 1 tahun bisa diganti (beserta lisensi)

πŸ’— SERTIFIKASI MIKROTIK πŸ’—

MikroTik memiliki sistem sertifikasi untuk mengukur kemampuan seseorang.

Seseorang dapat naik level jika:

  • Lulus ujian resmi

Untuk menjadi trainer juga harus melalui ujian.

Sertifikasi dasar yang pertama adalah:
πŸ‘‰ MTCNA (MikroTik Certified Network Associate)

Mikrotik

 


πŸ’— SEJARAH MIKROTIK πŸ’—

MikroTik dibuat oleh perusahaan bernama MikroTik yang berada di kota Riga, yaitu ibu kota dari negara Latvia.

Latvia sendiri merupakan negara yang dahulu termasuk bagian dari Uni Soviet.

MikroTik mulai didirikan pada tahun 1995. Pada awalnya, MikroTik dikembangkan untuk perusahaan penyedia layanan internet yang disebut Internet Service Provider (ISP), khususnya yang menggunakan teknologi wireless (nirkabel).

MikroTik adalah sistem operasi sekaligus perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer sebagai router jaringan yang handal.

Sistem ini memiliki berbagai fitur untuk:

  • Jaringan berbasis IP
  • Jaringan wireless

MikroTik sangat cocok digunakan oleh:

  • ISP
  • Provider hotspot
  • Warnet

Saat ini, MikroTik sudah digunakan oleh banyak ISP di berbagai negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia.

πŸ’— PENGERTIAN MIKROTIK πŸ’—

MikroTik adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dipasang pada komputer sehingga komputer tersebut dapat berfungsi sebagai router jaringan.

Komputer yang sudah terpasang MikroTik akan berperan sebagai:

  • Jantung jaringan
  • Pengendali jaringan
  • Pengatur lalu lintas data

Komputer seperti ini disebut router.

πŸ’• Pengertian Router

Router adalah perangkat yang berfungsi sebagai:

  • Penghubung antara dua jaringan atau lebih
  • Meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya

MikroTik berbasis sistem operasi Linux, yang dirancang khusus untuk memudahkan pengguna dalam mengelola jaringan.

πŸ’• Kemudahan MikroTik

  • Bisa dikonfigurasi menggunakan aplikasi Winbox
  • Bisa diinstal di komputer standar
  • Mudah digunakan bahkan untuk pemula

MikroTik dapat digunakan pada:

  • Jaringan kecil (rumah / sekolah)
  • Jaringan besar (perusahaan / ISP)

Namun penggunaan perangkat harus disesuaikan:

  • Skala kecil → spesifikasi standar
  • Skala besar → spesifikasi tinggi

πŸ’— FUNGSI MIKROTIK πŸ’—

Beberapa fungsi MikroTik antara lain:

  • Memblokir situs yang mengandung konten terlarang menggunakan proxy
  • Mengatur dan mengkonfigurasi jaringan LAN
  • Mengatur jaringan internet secara terpusat
  • Sebagai billing hotspot
  • Membuat PPPoE Server
  • Memisahkan bandwidth lokal dan internasional

πŸ’— PERBEDAAN ROUTER DAN SWITCH πŸ’—

Router dan switch memiliki fungsi yang berbeda.

  • Router → Menghubungkan jaringan yang berbeda
  • Switch → Menghubungkan beberapa perangkat dalam satu jaringan LAN

πŸ’• Ilustrasi:

Router diibaratkan sebagai jalan penghubung antar kota, sedangkan switch adalah jalan dalam satu perumahan.

πŸ’— JENIS-JENIS MIKROTIK πŸ’—

MikroTik memiliki dua jenis utama:

πŸ’• 1. MikroTik RouterOS

Merupakan sistem operasi berbasis UNIX yang dapat:

  • Menjadikan komputer sebagai router
  • Menyediakan fitur seperti:
    • Firewall
    • Bridge
    • Hotspot
    • Proxy

Banyak digunakan karena mudah dan fleksibel.

πŸ’• 2. RouterBoard

Merupakan perangkat keras yang dibuat oleh MikroTik.

  • Sudah terinstal RouterOS
  • Bentuk kecil dan praktis
  • Siap pakai tanpa instalasi tambahan

πŸ’• Built-in Hardware MikroTik

Merupakan perangkat router yang:

  • Sudah terpasang RouterOS
  • Lisensi sudah termasuk

Contoh: RouterBoard seri RB

πŸ’— FITUR MIKROTIK πŸ’—

Berikut beberapa fitur MikroTik:

  • Address List → Pengelompokan IP
  • DHCP → Pembagian IP otomatis
  • Firewall dan NAT → Keamanan jaringan
  • Hotspot → Login user WiFi
  • Routing → Pengaturan jalur jaringan
  • Bridge → Menghubungkan jaringan
  • VLAN → Jaringan virtual
  • Proxy → Penyimpanan cache internet
  • Monitoring → Melihat traffic jaringan
  • Tools → Ping, traceroute, bandwidth test
  • Winbox → Aplikasi konfigurasi GUI

Dan masih banyak fitur lainnya untuk mendukung jaringan.

πŸ’— MANFAAT MENGGUNAKAN MIKROTIK πŸ’—

πŸ’• 1. Sebagai Internet Gateway

Menghubungkan jaringan LAN ke internet serta mengatur lalu lintas data.

πŸ’• 2. Sebagai Access Point

Menyediakan jaringan WiFi untuk:

  • Sekolah
  • Cafe
  • Kampus

πŸ’• 3. Sebagai Routing

Menghubungkan beberapa jaringan dan menentukan jalur terbaik.

πŸ’— KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MIKROTIK πŸ’—

πŸ’• Kelebihan

  • Harga lebih murah
  • Hemat listrik
  • Mudah digunakan
  • Cocok untuk skala kecil hingga menengah

πŸ’• Kekurangan

  • Spesifikasi hardware terbatas
  • Kurang optimal sebagai web proxy
  • Tidak bisa upgrade hardware jika rusak parahπŸ’— CARA MENCEGAH ROUTER DIRETAS πŸ’—

πŸ’• 1. Rutin Mengganti Password WiFi

Gunakan kombinasi:

  • Huruf kecil
  • Huruf besar
  • Angka

πŸ’• 2. Cek Pengguna WiFi

Periksa perangkat yang terhubung agar tidak ada pengguna asing.

πŸ’• 3. Gunakan Aplikasi Monitoring

Contoh aplikasi:

  • Fing (Android/iOS)
  • Acrylic WiFi (Windows)
  • Who Is On My WiFi (Mac) 

Konsep Dasar MikroTik dan MikroTik hAP Lite RB941-2nD

 


πŸ’— I. Konsep Dasar MikroTik πŸ’—

Secara konsep, MikroTik adalah sistem router berbasis software yang disebut RouterOS, yang berjalan pada perangkat keras bernama RouterBoard.

Fungsi utama MikroTik adalah untuk mengatur lalu lintas data dalam jaringan agar berjalan dengan baik, aman, dan efisien.

πŸ’• Prinsip Kerja Dasar

Alur kerja router MikroTik secara sederhana adalah sebagai berikut:


Router akan:

  • Menerima paket data
  • Memeriksa alamat tujuan
  • Mengatur jalur routing
  • Mengamankan jaringan
  • Mendistribusikan koneksi

πŸ’— II. Spesifikasi MikroTik hAP lite (RB941-2nD) πŸ’—





Perangkat yang dimaksud adalah MikroTik hAP lite dengan kode RB941-2nD.

Perangkat ini merupakan router kecil (home access point) yang biasanya digunakan untuk:

  • Router jaringan kecil
  • Access Point WiFi
  • DHCP Server
  • Firewall
  • NAT (internet sharing)

Perangkat ini menjalankan sistem operasi RouterOS.

πŸ’• Spesifikasi Utama

  • Model: RB941-2nD
  • Nama Produk: hAP lite
  • CPU: QCA9533 650 MHz
  • RAM: 32 MB
  • Storage: 16 MB Flash
  • Port LAN: 4 Port Ethernet 10/100
  • Wireless: 2.4 GHz 802.11 b/g/n
  • Antena: Built-in
  • Sistem Operasi: RouterOS
  • Power: Micro USB 5V

πŸ’• Kegunaan Perangkat

Perangkat ini cocok digunakan untuk:

  • Laboratorium jaringan sekolah
  • Hotspot kecil
  • Router rumah
  • Praktikum MikroTik 

πŸ’— III. Fungsi Konektor / Port MikroTik hAP lite πŸ’—

Pada MikroTik ini terdapat beberapa konektor penting:


πŸ’• 3.1. Port Ethernet (Ether1 – Ether4)







Jumlah: 4 port Ethernet

✨ Fungsi Port:

  • Ether1 → Biasanya sebagai WAN (Internet)
  • Ether2 → LAN ke komputer / switch
  • Ether3 → LAN ke komputer / switch
  • Ether4 → LAN ke komputer / switch

πŸ’• Penjelasan:

Ether1 (WAN) digunakan untuk koneksi ke:

  • Modem
  • ISP
  • Router utama

Ether2 – Ether4 (LAN) digunakan untuk:

  • PC
  • Laptop
  • Switch
  • Access Point tambahan

Semua port memiliki kecepatan 10/100 Mbps.

.

πŸ’• 3.2. Wireless (WiFi Internal)

Router ini memiliki Access Point internal dengan frekuensi 2.4 GHz.

✨ Fungsi:

  • Menyediakan jaringan WiFi
  • Menghubungkan:
    • Laptop
    • Smartphone
    • Tablet
    • Perangkat IoT

πŸ’• Standar WiFi:

  • 802.11 b
  • 802.11 g
  • 802.11 n

Frekuensi: 2.4 GHz


GHz


πŸ’• 3.3. Port Power (Micro USB)




Perangkat ini menggunakan Micro USB sebagai sumber listrik.

✨ Spesifikasi:

  • Tegangan: 5V
  • Arus: sekitar 0.7A

πŸ’• Sumber daya bisa dari:

  • Charger HP
  • Power adapter
  • Power bank
  • USB komputer

➡️ Membuat perangkat ini sangat hemat listrik.


πŸ’• 3.4. Tombol Reset

Biasanya berupa lubang kecil di perangkat.

✨ Fungsi:

  • Mengembalikan konfigurasi ke factory default

πŸ’• Digunakan saat:

  • Lupa password
  • Router error
  • Ingin konfigurasi ulang

✨ Cara reset:

  1. Tekan tombol reset
  2. Sambungkan power
  3. Tahan ±10 detik

πŸ’— IV. Fungsi Utama MikroTik dalam Jaringan πŸ’—

MikroTik memiliki beberapa fungsi utama:

πŸ’• 4.1. Routing

Menghubungkan dua jaringan yang berbeda.

Contoh:
Internet ↔ Router MikroTik ↔ Jaringan LAN

πŸ’• 4.2. NAT (Internet Sharing)

Satu IP internet dapat digunakan oleh banyak perangkat.

πŸ’• 4.3. DHCP Server

MikroTik dapat membagikan IP secara otomatis ke client.

Contoh:

  • 192.168.10.2
  • 192.168.10.3
  • 192.168.10.4

πŸ’• 4.4. Firewall

Digunakan untuk mengamankan jaringan dari:

  • Hacker
  • Port scanning
  • Serangan jaringan

πŸ’• 4.5. Hotspot Server

Digunakan untuk:

  • WiFi sekolah
  • WiFi cafe
  • WiFi kampus

Dilengkapi dengan halaman login user.


πŸ’— V. Contoh Topologi Sederhana πŸ’—

Topologi sederhana biasanya:
Internet → MikroTik → Switch → Client (PC/Laptop/HP)


πŸ’— Catatan untuk Pembelajaran SMK TJKT πŸ’—

Router ini sangat cocok untuk praktikum:

  • Konfigurasi DHCP Server
  • Konfigurasi Hotspot
  • Konfigurasi Firewall
  • Konfigurasi Bridge
  • Konfigurasi Access Point 

Kamis, 09 April 2026

ARTIKEL KELOMPOK 3

 

πŸ’– Jaringan Wireless, PtP & PtMP



🌸 1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan tanpa kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mengirim data.

πŸ’— Karakteristik

  • Tidak pakai kabel (2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz)

  • Instalasi cepat & fleksibel

  • Mobilitas tinggi (bisa dipakai sambil bergerak)

  • Jangkauan dari meter → kilometer

πŸ’— Komponen

  • Access Point (AP) → pemancar sinyal

  • Client → HP, laptop, dll

  • Antena → omni / directional

  • Controller (opsional)

  • Repeater / bridge

πŸ’— Frekuensi

  • 2.4 GHz → jauh tapi mudah gangguan

  • 5 GHz → cepat & stabil

  • 6 GHz → sangat cepat (WiFi terbaru)

🌸 2. Point-to-Point (PtP)

πŸ’— Koneksi 1 titik ke 1 titik

πŸ’— Ciri-ciri

  • Hanya 2 perangkat

  • Pakai antena directional

  • Koneksi fokus & stabil

  • Jarak bisa sangat jauh

πŸ’— Cara Kerja

  • A kirim sinyal → B

  • B arahkan ke A

  • Terbentuk “jembatan wireless”

πŸ’— Kelebihan

  • Stabil & cepat

  • Minim gangguan

  • Jarak jauh

πŸ’— Kekurangan

  • Hanya 1 ke 1

  • Harus LOS (tidak terhalang)

🌸 3. Point-to-Multipoint (PtMP)

πŸ’— Koneksi 1 pusat ke banyak client

πŸ’— Ciri-ciri

  • 1 AP → banyak client

  • Pakai antena:

    • Omni (360°)

    • Sector (90°–120°)

πŸ’— Digunakan untuk

  • Internet desa

  • RT/RW net

  • Kampus / sekolah

  • CCTV banyak titik

πŸ’— Cara Kerja

  • AP memancarkan sinyal

  • Banyak client terhubung

  • Bandwidth dibagi

πŸ’— Kelebihan

  • Bisa banyak client

  • Hemat & fleksibel

πŸ’— Kekurangan

  • Kecepatan terbagi

  • Lebih mudah interferensi

🌸 4. Perbedaan PtP vs PtMP

πŸ’– PtP

  • 2 perangkat

  • Antena directional

  • Stabil banget

  • Jarak jauh

  • Kecepatan dedicated

  • Contoh: Gedung A ↔ Gedung B

πŸ’– PtMP

  • 1 ke banyak

  • Antena omni / sector

  • Dipengaruhi user

  • Jarak sedang

  • Kecepatan dibagi

  • Contoh: Tower → rumah warga

πŸ’• Intinya

  • PtP = 1 ke 1 (fokus & stabil)

  • PtMP = 1 ke banyak (fleksibel tapi berbagi)



πŸ’– Konsep Dasar VLSM (Variable Length Subnet Mask)




🌸 1. Pengertian VLSM

πŸ’— VLSM adalah teknik membagi jaringan IP menjadi subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host.

  • Tidak semua subnet sama
  • Lebih hemat IP address
  • Pengembangan dari FLSM (semua subnet sama besar)

🌸 2. Kenapa VLSM Dibutuhkan

πŸ’— Tanpa VLSM (pakai FLSM):

  • Banyak IP terbuang 😒

πŸ’— Dengan VLSM:

  • Subnet besar → untuk banyak host
  • Subnet kecil → untuk sedikit host
  • Lebih efisien πŸ’―

🌸 3. Prinsip Dasar VLSM

πŸ’— Langkah-langkah:

  1. Hitung kebutuhan host
  2. Urutkan dari terbesar → terkecil
  3. Alokasikan subnet terbesar dulu
  4. Gunakan sisa IP untuk subnet kecil
  5. Pastikan tidak overlap

🌸 4. Contoh VLSM

πŸ’— Network: 192.168.10.0/24

Kebutuhan:

  • A = 100 host
  • B = 50 host
  • C = 25 host
  • D = 10 host

πŸ’– Hasil:

  • Subnet A → /25 → 192.168.10.0/25
  • Subnet B → /26 → 192.168.10.128/26
  • Subnet C → /27 → 192.168.10.192/27
  • Subnet D → /28 → 192.168.10.224/28

✨ Semua terpenuhi tanpa boros IP

🌸 5. Kelebihan VLSM

πŸ’—

  • Hemat IP address
  • Fleksibel
  • Cocok untuk jaringan besar

🌸 6. Kekurangan VLSM

πŸ’—

  • Perhitungan lebih sulit
  • Harus teliti (biar tidak overlap)
  • Butuh router yang support CIDR


🌸 Diagram Alur (Simple)

πŸ’— 192.168.10.0/24
→ dibagi bertahap:

  • /25 → untuk A
  • /26 → untuk B
  • /27 → untuk C
  • /28 → untuk D
  • sisa → cadangan


🌸 Tabel Ringkas

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet    | Prefix | Network            | Usable Range                  | Broadcast          | Total Addr  | Usable Host   |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet A  | /25    | 192.168.10.0       | 192.168.10.1 - 192.168.10.126 | 192.168.10.127     | 128         | 126           |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet B  | /26    | 192.168.10.128     | 192.168.10.129 - 192.168.10.190| 192.168.10.191    | 64          | 62            |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet C  | /27    | 192.168.10.192     | 192.168.10.193 - 192.168.10.222| 192.168.10.223    | 32          | 30            |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet D  | /28    | 192.168.10.224     | 192.168.10.225 - 192.168.10.238| 192.168.10.239    | 16          | 14            |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+



πŸ’– HTB (Hybrid Transmission Box) – Serat Optik



🌸 1. Pengertian HTB

πŸ’— HTB (Hybrid Transmission Box) adalah perangkat untuk:

  • Mengelola & menggabungkan sinyal

  • Menghubungkan jaringan tembaga ↔ fiber optic

πŸ‘‰ Intinya: alat penghubung & konverter jaringan

🌸 2. Fungsi HTB

πŸ’—

  • πŸ”„ Konversi sinyal (listrik ↔ optik)

  • πŸ”— Menggabungkan data, suara, video

  • 🌐 Menghubungkan jaringan berbeda

  • πŸ”Œ Media converter (FTTH, dll)

🌸 3. Media Converter HTB

πŸ’— Alat untuk mengubah:

  • Kabel UTP (RJ-45) ➝ Fiber Optic

  • Fiber Optic ➝ UTP

πŸ‘‰ Supaya jaringan bisa lebih jauh & cepat

🌸 4. Komponen HTB

πŸ’– Port RJ-45

  • Untuk kabel UTP

  • Ke switch, router, PC

  • Kecepatan 10/100/1000 Mbps

πŸ’– Port Fiber Optic

  • SC / LC / SFP

  • Jarak bisa sampai 20 km+

πŸ’– Fitur tambahan

  • Auto MDI/MDIX (tidak perlu atur kabel)

🌸 5. Cara Kerja HTB

πŸ’— Step by step:

  1. Data masuk dari UTP (listrik)

  2. Diubah jadi sinyal optik

  3. Dikirim lewat fiber optic

  4. Di tujuan → diubah lagi ke listrik

πŸ‘‰ Jadi:
πŸ’– UTP ➝ Fiber ➝ UTP

🌸 6. Jenis HTB

πŸ’– HTB-3100

  • 10/100 Mbps

  • Jarak menengah

πŸ’– HTB-4100 (Gigabit)

  • 10/100/1000 Mbps

  • Untuk backbone

πŸ’– HTB SFP

  • Bisa ganti modul

  • Lebih fleksibel

🌸 7. Kelebihan HTB

πŸ’—

  • Jarak jauh (hingga puluhan km)

  • Lebih stabil (tidak kena gangguan)

  • Hemat biaya

  • Mudah digunakan

🌸 8. Contoh Penggunaan

πŸ’– Kampus / kantor
→ hubungkan antar gedung

πŸ’– FTTH (internet rumah)
→ dari ISP ke pelanggan

πŸ’– CCTV
→ kirim video jarak jauh

πŸ’• Kesimpulan

πŸ‘‰ HTB = alat konversi & penghubung jaringan tembaga dan fiber optic

πŸ‘‰ Keuntungan utama:

  • Lebih jauh

  • Lebih cepat

  • Lebih stabil



πŸ’– Prinsip Dasar Sistem Networking Service




🌸 1. Layered Architecture

πŸ’— Model jaringan berlapis

  • OSI (7 layer)
    Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, Application
  • TCP/IP (4 layer)
    Link, Internet, Transport, Application

🌸 2. Addressing

πŸ’— Sistem alamat perangkat

  • IP Address → alamat unik perangkat
  • MAC Address → alamat fisik perangkat

🌸 3. Routing & Switching

πŸ’— Pengiriman data

  • Routing → antar jaringan (router)
  • Switching → dalam jaringan (switch)

🌸 4. Protocol

πŸ’— Aturan komunikasi

  • TCP → stabil & akurat
  • UDP → cepat tapi tidak stabil
  • HTTP/HTTPS → web
  • SMTP → email

🌸 5. Network Security

πŸ’— Keamanan jaringan

  • Firewall → filter data
  • Encryption → enkripsi data
  • VPN → koneksi aman

🌸 6. Network Services

πŸ’— Layanan jaringan

  • DNS → nama domain → IP
  • DHCP → bagi IP otomatis

🌸 7. Bandwidth & Throughput

πŸ’— Kinerja jaringan

  • Bandwidth → kapasitas
  • Throughput → kecepatan nyata

🌸 8. QoS (Quality of Service)

πŸ’— Prioritas jaringan

  • Mengatur trafik penting
  • Contoh: video & suara diprioritaskan

πŸ’– Tabel Kotak Ringkasan

+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Prinsip | Penjelasan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Layered Architecture | Model OSI (7 layer) & TCP/IP (4 layer) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Addressing | IP Address (logis) & MAC Address (fisik) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Routing | Mengirim data antar jaringan (router) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Switching | Mengirim data dalam LAN (switch) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Protocol | TCP, UDP, HTTP/HTTPS, SMTP |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Network Security | Firewall, Encryption, VPN |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Network Services | DNS (nama → IP), DHCP (bagi IP otomatis) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Bandwidth | Kapasitas maksimum jaringan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Throughput | Kecepatan nyata transfer data |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| QoS | Prioritas trafik jaringan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+

πŸ’• Versi Super Singkat

+----------------+----------------------------------+
| Networking | Sistem komunikasi antar perangkat|
+----------------+----------------------------------+
| Inti | Layer, Address, Routing, Protocol|
| Layanan | DNS, DHCP |
| Keamanan | Firewall, VPN |
| Kinerja | Bandwidth & QoS |
+----------------+----------------------------------+

πŸ’– Intinya

πŸ‘‰ Networking service = cara perangkat saling komunikasi & berbagi data

πŸ‘‰ Kunci utama:

  • Ada aturan (protocol)
  • Ada alamat (IP)
  • Ada jalur (routing)

✨ Baru jaringan bisa berjalan dengan baik ✨



πŸ’– Penghitungan Subnetting



🌸 Konsep Dasar

πŸ’— Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep subnetting dengan baik, sekarang saatnya mempelajari teknik penghitungan subnetting.

πŸ’— Penghitungan subnetting dapat dilakukan dengan dua cara:

  • Cara binary (relatif lebih lambat)

  • Cara khusus (lebih cepat)

πŸ’— Pada dasarnya, semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar pada 4 hal:

  • Jumlah subnet

  • Jumlah host per subnet

  • Blok subnet

  • Alamat host & broadcast

🌸 Penjelasan CIDR

πŸ’— Penulisan IP address biasanya seperti 192.168.1.2, tetapi kadang ditulis 192.168.1.2/24.

πŸ‘‰ Artinya:
IP tersebut menggunakan subnet mask 255.255.255.0

πŸ’— /24 berasal dari 24 bit biner 1:

11111111.11111111.11111111.00000000

πŸ’— Konsep ini disebut CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan tahun 1992.

πŸ’– Tabel Subnet Mask & CIDR

+-------------------+--------+-------------------+--------+
| Subnet Mask       | CIDR   | Subnet Mask       | CIDR   |
+-------------------+--------+-------------------+--------+
| 255.128.0.0       | /9     | 255.255.240.0     | /20    |
| 255.192.0.0       | /10    | 255.255.248.0     | /21    |
| 255.224.0.0       | /11    | 255.255.252.0     | /22    |
| 255.240.0.0       | /12    | 255.255.254.0     | /23    |
| 255.248.0.0       | /13    | 255.255.255.0     | /24    |
| 255.252.0.0       | /14    | 255.255.255.128   | /25    |
| 255.254.0.0       | /15    | 255.255.255.192   | /26    |
| 255.255.0.0       | /16    | 255.255.255.224   | /27    |
| 255.255.128.0     | /17    | 255.255.255.240   | /28    |
| 255.255.192.0     | /18    | 255.255.255.248   | /29    |
| 255.255.224.0     | /19    | 255.255.255.252   | /30    |
+-------------------+--------+-------------------+--------+

πŸ’– Subnetting Class C

🌸 Contoh Kasus

πŸ’— Network: 192.168.1.0/26

  • 192.168.1.0 → kelas C

  • /26 → 255.255.255.192

🌸 Penghitungan

πŸ’— 1. Jumlah Subnet

2^x = 2^2 = 4 subnet

πŸ’— 2. Jumlah Host

2^6 – 2 = 62 host

πŸ’— 3. Blok Subnet

256 – 192 = 64

πŸ‘‰ Subnet: 0, 64, 128, 192

πŸ’– Tabel Hasil Subnetting

+------------------+------------------+------------------+------------------+
| Subnet           | Host Pertama     | Host Terakhir    | Broadcast        |
+------------------+------------------+------------------+------------------+
| 192.168.1.0      | 192.168.1.1      | 192.168.1.62     | 192.168.1.63     |
| 192.168.1.64     | 192.168.1.65     | 192.168.1.126    | 192.168.1.127    |
| 192.168.1.128    | 192.168.1.129    | 192.168.1.190    | 192.168.1.191    |
| 192.168.1.192    | 192.168.1.193    | 192.168.1.254    | 192.168.1.255    |
+------------------+------------------+------------------+------------------+

πŸ’– Subnet Mask Class C

+---------------------+--------+
| Subnet Mask         | CIDR   |
+---------------------+--------+
| 255.255.255.128     | /25    |
| 255.255.255.192     | /26    |
| 255.255.255.224     | /27    |
| 255.255.255.240     | /28    |
| 255.255.255.248     | /29    |
| 255.255.255.252     | /30    |
+---------------------+--------+

πŸ’– Subnetting Class B

πŸ’— Subnetting class B memiliki konsep yang sama, tetapi:

  • CIDR /17 – /24 → seperti class C (oktet ke-3)

  • CIDR /25 – /30 → menggunakan oktet ke-4



πŸ’– Langkah-Langkah Instalasi Peer To Peer



🌸 Tahapan Instalasi

πŸ’—

  • Klik Start, ketik “Control Panel” lalu pilih.
  • Pada tampilan Control Panel pilih “Network and Internet”, lalu klik Network and Sharing Center.
  • Pilih Network and Sharing Center.
  • Pilih Change Adapter Setting, klik kanan pada Local Area Connection.
  • Pilih tab Properties.
  • Klik “Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)”.
  • Setelah muncul tampilan, isi IP di Laptop 1 (192.168.30.2).
  • Lakukan hal yang sama pada komputer yang satunya.
  • Isi IP di Laptop 1 (192.168.30.2). 



  • Lakukan hal yang sama pada komputer yang satunya. Setting dengan IP
  • Setelah muncul tampilan seperti dibawah ini, kemudian isi IP di Laptop 2 (192.168.30.6).


Untuk mengetahui bahwa jaringan terkoneksi atau tidak maka dilakukan tes koneksi ping Laptop A ke Laptop B dan sebaliknya dengan cara, pilih menu Start lalu pilih Run (Windows+R), ketik cmd.

  • Pada laptop 1, Ketikkan IP Adress yang dimiliki laptop 2 (192.168.30.6) dan tekan Enter. Jika ada pesan Reply ke ip tujuan maka dapat dipastikan Laptop A terkoneksi dengan Laptop B.


  • Ping Laptop A ke BPada laptop 2, Ketikkan IP Adress yang dimiliki laptop 1 (192.168.30.2) dan tekan Enter. Jika ada pesan Reply ke ip tujuan maka dapat dipastikan Laptop 2 terkoneksi dengan Laptop 1.

Ping Laptop B ke A

Jika seluruh tahapan diatas kamu lakukan dengan benar maka kamu akan berhasil dan tidak akan menemukan kendala. Jadi, lakukan dengan teliti dan tidak perlu tergesa-gesa saat melakukan ujian praktikum agar tidak mengulang jika terjadi kesalahan. Manfaatkan waktu dengan baik maka kamu akan memperoleh hasil yang maksimal.

Sekian pembahasan kami tentang "Tahapan Lengkap Praktikum Pengkabelan UTP Beserta Gambar". Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar dibawah. Share bila dirasa artikel ini bermanfaat, Terimakasih.


πŸ’– Pembagian IP Address (Kelas A, B, C)


πŸ’— IP Address adalah nomor unik pada komputer yang digunakan untuk menghubungkan komputer dalam jaringan agar dapat saling bertukar data.


πŸ’— Nomor ini bersifat unik karena setiap komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda.

πŸ’— IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network.

πŸ’— Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia.

πŸ’— Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang dikenal dengan IANA, salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia.

πŸ’— IP Address dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C.

πŸ’– Kelas A

πŸ’— IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127 (0–127).

πŸ’— Karakteristik IP Kelas A

+----------------+-------------------------------------------+
| Format | 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH |
+----------------+-------------------------------------------+
| Bit Pertama | 0 |
| Network ID | 8 bit |
| Host ID | 24 bit |
| Range IP | 1.x.x.x – 126.x.x.x |
| Jumlah | 126 (0 dan 127 dicadangkan) |
| Jumlah IP | 16.777.214 |
+----------------+-------------------------------------------+

πŸ’— Misalnya IP address 120.31.45.18 maka:

  • Network ID = 120
  • Host ID = 31.45.18
  • Subnetmask = 255.0.0.0

πŸ’— Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120.

πŸ’– Kelas B

πŸ’— IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama diberikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 128 sampai 191 (128–191).

πŸ’— Karakteristik IP Kelas B

+----------------+-------------------------------------------+
| Format | 10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH |
+----------------+-------------------------------------------+
| Bit Pertama | 10 |
| Network ID | 16 bit |
| Host ID | 16 bit |
| Range IP | 128.x.x.x – 191.x.x.x |
| Jumlah | 16.384 |
| Jumlah IP | 65.532 |
+----------------+-------------------------------------------+

πŸ’— Misalnya IP address 150.70.45.18 maka:

  • Network ID = 150.70
  • Host ID = 60.56
  • Subnetmask = 255.255.0.0

πŸ’— Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70.

πŸ’– Kelas C

πŸ’— IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN, misalnya pada warnet maupun sekolah. Pada 3 bit pertama diberikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 192 sampai 223 (192–223).

πŸ’— Karakteristik IP Kelas C

+----------------+-------------------------------------------+
| Format | 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH |
+----------------+-------------------------------------------+
| Bit Pertama | 110 |
| Network ID | 24 bit |
| Host ID | 8 bit |
| Range IP | 192.x.x.x – 223.x.x.x |
| Jumlah | 16.384 |
| Jumlah IP | 254 |
+----------------+-------------------------------------------+

πŸ’— Misalnya IP address 192.168.1.1 maka:

  • Network ID = 192.168.1
  • Host ID = 1
  • Subnetmask = 255.255.255.0

πŸ’— Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1.



=================== Suplemen =====================


76543210
1286432168421
00000001Min
000000011
01111111Max
06432168421127
76543210
1286432168421
10000000Min
1280000000128
10111111Max
128032168421191
76543210
1286432168421
11000000Min
12864000000192
11011111Max
128640168421223
76543210
1286432168421
11100000Min
128643200000224
11101111Max
128643208421239


Praktikum Mikrotik 1 Individu

πŸ’»Praktikum MikroTik 1πŸ’– ⚙️ Langkah Kerja Praktikum 1. Mengunduh Aplikasi Winbox Langkah pertama yaitu mengunduh aplikasi Wi...