VLSM (Variable Length Subnet Mask) dalam Pengaturan IP Address
1. Pengertian VLSM
VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah metode subnetting yang memungkinkan pembagian satu jaringan IP menjadi beberapa subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan.
Teknik ini membuat penggunaan alamat IP menjadi lebih efisien karena setiap subnet dialokasikan berdasarkan jumlah host yang diperlukan, bukan dibagi secara merata seperti pada metode FLSM (Fixed Length Subnet Mask).
Dengan VLSM, administrator jaringan dapat merancang sistem pengalamatan IP yang lebih hemat, fleksibel, dan mudah dikembangkan.
2. Contoh Pembagian Menggunakan VLSM
Sebagai contoh, jaringan 192.168.10.0/24 dapat dibagi menjadi beberapa subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host, seperti berikut:
| Subnet | Prefix | Jumlah Host yang Dapat Digunakan |
|---|---|---|
| 192.168.10.0/26 | 62 host | |
| 192.168.10.64/27 | 30 host | |
| 192.168.10.96/28 | 14 host | |
| 192.168.10.112/30 | 2 host |
Dengan pembagian di atas, setiap subnet memperoleh jumlah alamat IP yang sesuai kebutuhan tanpa pemborosan.
3. Cara Kerja VLSM
-
Ukuran subnet bervariasi
VLSM memungkinkan pembentukan subnet dengan ukuran berbeda dalam satu jaringan utama (classful network). -
Alokasi IP yang efisien
Alamat IP dibagi berdasarkan kebutuhan host pada setiap bagian jaringan, bukan secara seragam. -
Dimulai dari kebutuhan terbesar
Proses VLSM dimulai dari subnet dengan jumlah host terbanyak, kemudian dilanjutkan ke subnet yang lebih kecil agar tidak terjadi kekurangan ruang alamat. -
Contoh penerapan dalam organisasi
-
Divisi utama: 100 host → subnet /25 (128 alamat)
-
Cabang 1: 50 host → subnet /26 (64 alamat)
-
Cabang 2: 25 host → subnet /27 (32 alamat)
Semua subnet tersebut tetap berasal dari satu blok IP yang sama.
-
4. Keunggulan VLSM
-
Efisiensi penggunaan alamat IP
Mengurangi pemborosan karena setiap subnet mendapat alokasi sesuai kebutuhan. -
Fleksibilitas dan skalabilitas tinggi
Mudah menambah subnet baru tanpa mengubah struktur jaringan utama. -
Meningkatkan kinerja jaringan
Dengan route summarization, tabel routing menjadi lebih ringkas dan efisien. -
Manajemen jaringan lebih mudah
VLSM menciptakan struktur pengalamatan yang hierarkis, sehingga lebih mudah dikelola dalam jaringan besar.
5. Keterbatasan VLSM
-
Kompatibilitas protokol
Tidak semua protokol routing mendukung VLSM.
Protokol lama seperti RIPv1 tidak dapat digunakan, sedangkan RIPv2, OSPF, dan EIGRP mendukung VLSM sepenuhnya. -
Perencanaan lebih kompleks
Membutuhkan perhitungan yang cermat agar tidak terjadi tumpang tindih alamat IP antar subnet.
6. Kesimpulan
VLSM merupakan teknik subnetting modern yang efisien dan fleksibel dalam pengalokasian alamat IP.
Dengan menerapkan VLSM, administrator jaringan dapat:
-
Menghemat ruang alamat IP,
-
Menyesuaikan alokasi sesuai kebutuhan tiap bagian jaringan, dan
-
Memudahkan ekspansi jaringan di masa depan.
Teknik ini sangat direkomendasikan untuk desain jaringan berskala menengah hingga besar karena memberikan efisiensi, kinerja tinggi, serta kemudahan manajemen jaringan.
7. Daftar Pustaka
-
Forouzan, B. A. (2013). Data Communications and Networking (5th Edition). McGraw-Hill Education.
-
Cisco Networking Academy. (2022). Introduction to Networks v7 (ITN). Cisco Press.
-
Tanenbaum, A. S., & Wetherall, D. (2011). Computer Networks (5th Edition). Pearson Education.
-
Tutorialspoint. (2023). “Variable Length Subnet Mask (VLSM)” https://www.tutorialspoint.com
GeeksforGeeks. (2024). “VLSM in Computer Networks.” https://www.geeksforgeeks.orgdi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar