Kamis, 09 April 2026

ARTIKEL KELOMPOK 3

 

πŸ’– Jaringan Wireless, PtP & PtMP



🌸 1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan tanpa kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mengirim data.

πŸ’— Karakteristik

  • Tidak pakai kabel (2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz)

  • Instalasi cepat & fleksibel

  • Mobilitas tinggi (bisa dipakai sambil bergerak)

  • Jangkauan dari meter → kilometer

πŸ’— Komponen

  • Access Point (AP) → pemancar sinyal

  • Client → HP, laptop, dll

  • Antena → omni / directional

  • Controller (opsional)

  • Repeater / bridge

πŸ’— Frekuensi

  • 2.4 GHz → jauh tapi mudah gangguan

  • 5 GHz → cepat & stabil

  • 6 GHz → sangat cepat (WiFi terbaru)

🌸 2. Point-to-Point (PtP)

πŸ’— Koneksi 1 titik ke 1 titik

πŸ’— Ciri-ciri

  • Hanya 2 perangkat

  • Pakai antena directional

  • Koneksi fokus & stabil

  • Jarak bisa sangat jauh

πŸ’— Cara Kerja

  • A kirim sinyal → B

  • B arahkan ke A

  • Terbentuk “jembatan wireless”

πŸ’— Kelebihan

  • Stabil & cepat

  • Minim gangguan

  • Jarak jauh

πŸ’— Kekurangan

  • Hanya 1 ke 1

  • Harus LOS (tidak terhalang)

🌸 3. Point-to-Multipoint (PtMP)

πŸ’— Koneksi 1 pusat ke banyak client

πŸ’— Ciri-ciri

  • 1 AP → banyak client

  • Pakai antena:

    • Omni (360°)

    • Sector (90°–120°)

πŸ’— Digunakan untuk

  • Internet desa

  • RT/RW net

  • Kampus / sekolah

  • CCTV banyak titik

πŸ’— Cara Kerja

  • AP memancarkan sinyal

  • Banyak client terhubung

  • Bandwidth dibagi

πŸ’— Kelebihan

  • Bisa banyak client

  • Hemat & fleksibel

πŸ’— Kekurangan

  • Kecepatan terbagi

  • Lebih mudah interferensi

🌸 4. Perbedaan PtP vs PtMP

πŸ’– PtP

  • 2 perangkat

  • Antena directional

  • Stabil banget

  • Jarak jauh

  • Kecepatan dedicated

  • Contoh: Gedung A ↔ Gedung B

πŸ’– PtMP

  • 1 ke banyak

  • Antena omni / sector

  • Dipengaruhi user

  • Jarak sedang

  • Kecepatan dibagi

  • Contoh: Tower → rumah warga

πŸ’• Intinya

  • PtP = 1 ke 1 (fokus & stabil)

  • PtMP = 1 ke banyak (fleksibel tapi berbagi)



πŸ’– Konsep Dasar VLSM (Variable Length Subnet Mask)




🌸 1. Pengertian VLSM

πŸ’— VLSM adalah teknik membagi jaringan IP menjadi subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host.

  • Tidak semua subnet sama
  • Lebih hemat IP address
  • Pengembangan dari FLSM (semua subnet sama besar)

🌸 2. Kenapa VLSM Dibutuhkan

πŸ’— Tanpa VLSM (pakai FLSM):

  • Banyak IP terbuang 😒

πŸ’— Dengan VLSM:

  • Subnet besar → untuk banyak host
  • Subnet kecil → untuk sedikit host
  • Lebih efisien πŸ’―

🌸 3. Prinsip Dasar VLSM

πŸ’— Langkah-langkah:

  1. Hitung kebutuhan host
  2. Urutkan dari terbesar → terkecil
  3. Alokasikan subnet terbesar dulu
  4. Gunakan sisa IP untuk subnet kecil
  5. Pastikan tidak overlap

🌸 4. Contoh VLSM

πŸ’— Network: 192.168.10.0/24

Kebutuhan:

  • A = 100 host
  • B = 50 host
  • C = 25 host
  • D = 10 host

πŸ’– Hasil:

  • Subnet A → /25 → 192.168.10.0/25
  • Subnet B → /26 → 192.168.10.128/26
  • Subnet C → /27 → 192.168.10.192/27
  • Subnet D → /28 → 192.168.10.224/28

✨ Semua terpenuhi tanpa boros IP

🌸 5. Kelebihan VLSM

πŸ’—

  • Hemat IP address
  • Fleksibel
  • Cocok untuk jaringan besar

🌸 6. Kekurangan VLSM

πŸ’—

  • Perhitungan lebih sulit
  • Harus teliti (biar tidak overlap)
  • Butuh router yang support CIDR


🌸 Diagram Alur (Simple)

πŸ’— 192.168.10.0/24
→ dibagi bertahap:

  • /25 → untuk A
  • /26 → untuk B
  • /27 → untuk C
  • /28 → untuk D
  • sisa → cadangan


🌸 Tabel Ringkas

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet    | Prefix | Network            | Usable Range                  | Broadcast          | Total Addr  | Usable Host   |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet A  | /25    | 192.168.10.0       | 192.168.10.1 - 192.168.10.126 | 192.168.10.127     | 128         | 126           |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet B  | /26    | 192.168.10.128     | 192.168.10.129 - 192.168.10.190| 192.168.10.191    | 64          | 62            |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet C  | /27    | 192.168.10.192     | 192.168.10.193 - 192.168.10.222| 192.168.10.223    | 32          | 30            |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+

| Subnet D  | /28    | 192.168.10.224     | 192.168.10.225 - 192.168.10.238| 192.168.10.239    | 16          | 14            |

+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+



πŸ’– HTB (Hybrid Transmission Box) – Serat Optik



🌸 1. Pengertian HTB

πŸ’— HTB (Hybrid Transmission Box) adalah perangkat untuk:

  • Mengelola & menggabungkan sinyal

  • Menghubungkan jaringan tembaga ↔ fiber optic

πŸ‘‰ Intinya: alat penghubung & konverter jaringan

🌸 2. Fungsi HTB

πŸ’—

  • πŸ”„ Konversi sinyal (listrik ↔ optik)

  • πŸ”— Menggabungkan data, suara, video

  • 🌐 Menghubungkan jaringan berbeda

  • πŸ”Œ Media converter (FTTH, dll)

🌸 3. Media Converter HTB

πŸ’— Alat untuk mengubah:

  • Kabel UTP (RJ-45) ➝ Fiber Optic

  • Fiber Optic ➝ UTP

πŸ‘‰ Supaya jaringan bisa lebih jauh & cepat

🌸 4. Komponen HTB

πŸ’– Port RJ-45

  • Untuk kabel UTP

  • Ke switch, router, PC

  • Kecepatan 10/100/1000 Mbps

πŸ’– Port Fiber Optic

  • SC / LC / SFP

  • Jarak bisa sampai 20 km+

πŸ’– Fitur tambahan

  • Auto MDI/MDIX (tidak perlu atur kabel)

🌸 5. Cara Kerja HTB

πŸ’— Step by step:

  1. Data masuk dari UTP (listrik)

  2. Diubah jadi sinyal optik

  3. Dikirim lewat fiber optic

  4. Di tujuan → diubah lagi ke listrik

πŸ‘‰ Jadi:
πŸ’– UTP ➝ Fiber ➝ UTP

🌸 6. Jenis HTB

πŸ’– HTB-3100

  • 10/100 Mbps

  • Jarak menengah

πŸ’– HTB-4100 (Gigabit)

  • 10/100/1000 Mbps

  • Untuk backbone

πŸ’– HTB SFP

  • Bisa ganti modul

  • Lebih fleksibel

🌸 7. Kelebihan HTB

πŸ’—

  • Jarak jauh (hingga puluhan km)

  • Lebih stabil (tidak kena gangguan)

  • Hemat biaya

  • Mudah digunakan

🌸 8. Contoh Penggunaan

πŸ’– Kampus / kantor
→ hubungkan antar gedung

πŸ’– FTTH (internet rumah)
→ dari ISP ke pelanggan

πŸ’– CCTV
→ kirim video jarak jauh

πŸ’• Kesimpulan

πŸ‘‰ HTB = alat konversi & penghubung jaringan tembaga dan fiber optic

πŸ‘‰ Keuntungan utama:

  • Lebih jauh

  • Lebih cepat

  • Lebih stabil



πŸ’– Prinsip Dasar Sistem Networking Service




🌸 1. Layered Architecture

πŸ’— Model jaringan berlapis

  • OSI (7 layer)
    Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, Application
  • TCP/IP (4 layer)
    Link, Internet, Transport, Application

🌸 2. Addressing

πŸ’— Sistem alamat perangkat

  • IP Address → alamat unik perangkat
  • MAC Address → alamat fisik perangkat

🌸 3. Routing & Switching

πŸ’— Pengiriman data

  • Routing → antar jaringan (router)
  • Switching → dalam jaringan (switch)

🌸 4. Protocol

πŸ’— Aturan komunikasi

  • TCP → stabil & akurat
  • UDP → cepat tapi tidak stabil
  • HTTP/HTTPS → web
  • SMTP → email

🌸 5. Network Security

πŸ’— Keamanan jaringan

  • Firewall → filter data
  • Encryption → enkripsi data
  • VPN → koneksi aman

🌸 6. Network Services

πŸ’— Layanan jaringan

  • DNS → nama domain → IP
  • DHCP → bagi IP otomatis

🌸 7. Bandwidth & Throughput

πŸ’— Kinerja jaringan

  • Bandwidth → kapasitas
  • Throughput → kecepatan nyata

🌸 8. QoS (Quality of Service)

πŸ’— Prioritas jaringan

  • Mengatur trafik penting
  • Contoh: video & suara diprioritaskan

πŸ’– Tabel Kotak Ringkasan

+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Prinsip | Penjelasan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Layered Architecture | Model OSI (7 layer) & TCP/IP (4 layer) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Addressing | IP Address (logis) & MAC Address (fisik) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Routing | Mengirim data antar jaringan (router) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Switching | Mengirim data dalam LAN (switch) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Protocol | TCP, UDP, HTTP/HTTPS, SMTP |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Network Security | Firewall, Encryption, VPN |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Network Services | DNS (nama → IP), DHCP (bagi IP otomatis) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Bandwidth | Kapasitas maksimum jaringan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Throughput | Kecepatan nyata transfer data |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| QoS | Prioritas trafik jaringan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+

πŸ’• Versi Super Singkat

+----------------+----------------------------------+
| Networking | Sistem komunikasi antar perangkat|
+----------------+----------------------------------+
| Inti | Layer, Address, Routing, Protocol|
| Layanan | DNS, DHCP |
| Keamanan | Firewall, VPN |
| Kinerja | Bandwidth & QoS |
+----------------+----------------------------------+

πŸ’– Intinya

πŸ‘‰ Networking service = cara perangkat saling komunikasi & berbagi data

πŸ‘‰ Kunci utama:

  • Ada aturan (protocol)
  • Ada alamat (IP)
  • Ada jalur (routing)

✨ Baru jaringan bisa berjalan dengan baik ✨



πŸ’– Penghitungan Subnetting



🌸 Konsep Dasar

πŸ’— Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep subnetting dengan baik, sekarang saatnya mempelajari teknik penghitungan subnetting.

πŸ’— Penghitungan subnetting dapat dilakukan dengan dua cara:

  • Cara binary (relatif lebih lambat)

  • Cara khusus (lebih cepat)

πŸ’— Pada dasarnya, semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar pada 4 hal:

  • Jumlah subnet

  • Jumlah host per subnet

  • Blok subnet

  • Alamat host & broadcast

🌸 Penjelasan CIDR

πŸ’— Penulisan IP address biasanya seperti 192.168.1.2, tetapi kadang ditulis 192.168.1.2/24.

πŸ‘‰ Artinya:
IP tersebut menggunakan subnet mask 255.255.255.0

πŸ’— /24 berasal dari 24 bit biner 1:

11111111.11111111.11111111.00000000

πŸ’— Konsep ini disebut CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan tahun 1992.

πŸ’– Tabel Subnet Mask & CIDR

+-------------------+--------+-------------------+--------+
| Subnet Mask       | CIDR   | Subnet Mask       | CIDR   |
+-------------------+--------+-------------------+--------+
| 255.128.0.0       | /9     | 255.255.240.0     | /20    |
| 255.192.0.0       | /10    | 255.255.248.0     | /21    |
| 255.224.0.0       | /11    | 255.255.252.0     | /22    |
| 255.240.0.0       | /12    | 255.255.254.0     | /23    |
| 255.248.0.0       | /13    | 255.255.255.0     | /24    |
| 255.252.0.0       | /14    | 255.255.255.128   | /25    |
| 255.254.0.0       | /15    | 255.255.255.192   | /26    |
| 255.255.0.0       | /16    | 255.255.255.224   | /27    |
| 255.255.128.0     | /17    | 255.255.255.240   | /28    |
| 255.255.192.0     | /18    | 255.255.255.248   | /29    |
| 255.255.224.0     | /19    | 255.255.255.252   | /30    |
+-------------------+--------+-------------------+--------+

πŸ’– Subnetting Class C

🌸 Contoh Kasus

πŸ’— Network: 192.168.1.0/26

  • 192.168.1.0 → kelas C

  • /26 → 255.255.255.192

🌸 Penghitungan

πŸ’— 1. Jumlah Subnet

2^x = 2^2 = 4 subnet

πŸ’— 2. Jumlah Host

2^6 – 2 = 62 host

πŸ’— 3. Blok Subnet

256 – 192 = 64

πŸ‘‰ Subnet: 0, 64, 128, 192

πŸ’– Tabel Hasil Subnetting

+------------------+------------------+------------------+------------------+
| Subnet           | Host Pertama     | Host Terakhir    | Broadcast        |
+------------------+------------------+------------------+------------------+
| 192.168.1.0      | 192.168.1.1      | 192.168.1.62     | 192.168.1.63     |
| 192.168.1.64     | 192.168.1.65     | 192.168.1.126    | 192.168.1.127    |
| 192.168.1.128    | 192.168.1.129    | 192.168.1.190    | 192.168.1.191    |
| 192.168.1.192    | 192.168.1.193    | 192.168.1.254    | 192.168.1.255    |
+------------------+------------------+------------------+------------------+

πŸ’– Subnet Mask Class C

+---------------------+--------+
| Subnet Mask         | CIDR   |
+---------------------+--------+
| 255.255.255.128     | /25    |
| 255.255.255.192     | /26    |
| 255.255.255.224     | /27    |
| 255.255.255.240     | /28    |
| 255.255.255.248     | /29    |
| 255.255.255.252     | /30    |
+---------------------+--------+

πŸ’– Subnetting Class B

πŸ’— Subnetting class B memiliki konsep yang sama, tetapi:

  • CIDR /17 – /24 → seperti class C (oktet ke-3)

  • CIDR /25 – /30 → menggunakan oktet ke-4



πŸ’– Langkah-Langkah Instalasi Peer To Peer



🌸 Tahapan Instalasi

πŸ’—

  • Klik Start, ketik “Control Panel” lalu pilih.
  • Pada tampilan Control Panel pilih “Network and Internet”, lalu klik Network and Sharing Center.
  • Pilih Network and Sharing Center.
  • Pilih Change Adapter Setting, klik kanan pada Local Area Connection.
  • Pilih tab Properties.
  • Klik “Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)”.
  • Setelah muncul tampilan, isi IP di Laptop 1 (192.168.30.2).
  • Lakukan hal yang sama pada komputer yang satunya.
  • Isi IP di Laptop 1 (192.168.30.2). 



  • Lakukan hal yang sama pada komputer yang satunya. Setting dengan IP
  • Setelah muncul tampilan seperti dibawah ini, kemudian isi IP di Laptop 2 (192.168.30.6).


Untuk mengetahui bahwa jaringan terkoneksi atau tidak maka dilakukan tes koneksi ping Laptop A ke Laptop B dan sebaliknya dengan cara, pilih menu Start lalu pilih Run (Windows+R), ketik cmd.

  • Pada laptop 1, Ketikkan IP Adress yang dimiliki laptop 2 (192.168.30.6) dan tekan Enter. Jika ada pesan Reply ke ip tujuan maka dapat dipastikan Laptop A terkoneksi dengan Laptop B.


  • Ping Laptop A ke BPada laptop 2, Ketikkan IP Adress yang dimiliki laptop 1 (192.168.30.2) dan tekan Enter. Jika ada pesan Reply ke ip tujuan maka dapat dipastikan Laptop 2 terkoneksi dengan Laptop 1.

Ping Laptop B ke A

Jika seluruh tahapan diatas kamu lakukan dengan benar maka kamu akan berhasil dan tidak akan menemukan kendala. Jadi, lakukan dengan teliti dan tidak perlu tergesa-gesa saat melakukan ujian praktikum agar tidak mengulang jika terjadi kesalahan. Manfaatkan waktu dengan baik maka kamu akan memperoleh hasil yang maksimal.

Sekian pembahasan kami tentang "Tahapan Lengkap Praktikum Pengkabelan UTP Beserta Gambar". Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar dibawah. Share bila dirasa artikel ini bermanfaat, Terimakasih.


πŸ’– Pembagian IP Address (Kelas A, B, C)


πŸ’— IP Address adalah nomor unik pada komputer yang digunakan untuk menghubungkan komputer dalam jaringan agar dapat saling bertukar data.


πŸ’— Nomor ini bersifat unik karena setiap komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda.

πŸ’— IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network.

πŸ’— Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia.

πŸ’— Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang dikenal dengan IANA, salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia.

πŸ’— IP Address dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C.

πŸ’– Kelas A

πŸ’— IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127 (0–127).

πŸ’— Karakteristik IP Kelas A

+----------------+-------------------------------------------+
| Format | 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH |
+----------------+-------------------------------------------+
| Bit Pertama | 0 |
| Network ID | 8 bit |
| Host ID | 24 bit |
| Range IP | 1.x.x.x – 126.x.x.x |
| Jumlah | 126 (0 dan 127 dicadangkan) |
| Jumlah IP | 16.777.214 |
+----------------+-------------------------------------------+

πŸ’— Misalnya IP address 120.31.45.18 maka:

  • Network ID = 120
  • Host ID = 31.45.18
  • Subnetmask = 255.0.0.0

πŸ’— Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120.

πŸ’– Kelas B

πŸ’— IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama diberikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 128 sampai 191 (128–191).

πŸ’— Karakteristik IP Kelas B

+----------------+-------------------------------------------+
| Format | 10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH |
+----------------+-------------------------------------------+
| Bit Pertama | 10 |
| Network ID | 16 bit |
| Host ID | 16 bit |
| Range IP | 128.x.x.x – 191.x.x.x |
| Jumlah | 16.384 |
| Jumlah IP | 65.532 |
+----------------+-------------------------------------------+

πŸ’— Misalnya IP address 150.70.45.18 maka:

  • Network ID = 150.70
  • Host ID = 60.56
  • Subnetmask = 255.255.0.0

πŸ’— Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70.

πŸ’– Kelas C

πŸ’— IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN, misalnya pada warnet maupun sekolah. Pada 3 bit pertama diberikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 192 sampai 223 (192–223).

πŸ’— Karakteristik IP Kelas C

+----------------+-------------------------------------------+
| Format | 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH |
+----------------+-------------------------------------------+
| Bit Pertama | 110 |
| Network ID | 24 bit |
| Host ID | 8 bit |
| Range IP | 192.x.x.x – 223.x.x.x |
| Jumlah | 16.384 |
| Jumlah IP | 254 |
+----------------+-------------------------------------------+

πŸ’— Misalnya IP address 192.168.1.1 maka:

  • Network ID = 192.168.1
  • Host ID = 1
  • Subnetmask = 255.255.255.0

πŸ’— Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1.



=================== Suplemen =====================


76543210
1286432168421
00000001Min
000000011
01111111Max
06432168421127
76543210
1286432168421
10000000Min
1280000000128
10111111Max
128032168421191
76543210
1286432168421
11000000Min
12864000000192
11011111Max
128640168421223
76543210
1286432168421
11100000Min
128643200000224
11101111Max
128643208421239


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Praktikum Mikrotik 1 Individu

πŸ’»Praktikum MikroTik 1πŸ’– ⚙️ Langkah Kerja Praktikum 1. Mengunduh Aplikasi Winbox Langkah pertama yaitu mengunduh aplikasi Wi...