π Jaringan Wireless, PtP & PtMP
πΈ 1. Konsep Dasar Jaringan Wireless
Jaringan wireless adalah jaringan tanpa kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mengirim data.
π Karakteristik
Tidak pakai kabel (2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz)
Instalasi cepat & fleksibel
Mobilitas tinggi (bisa dipakai sambil bergerak)
Jangkauan dari meter → kilometer
π Komponen
Access Point (AP) → pemancar sinyal
Client → HP, laptop, dll
Antena → omni / directional
Controller (opsional)
Repeater / bridge
π Frekuensi
2.4 GHz → jauh tapi mudah gangguan
5 GHz → cepat & stabil
6 GHz → sangat cepat (WiFi terbaru)
πΈ 2. Point-to-Point (PtP)
π Koneksi 1 titik ke 1 titik
π Ciri-ciri
Hanya 2 perangkat
Pakai antena directional
Koneksi fokus & stabil
Jarak bisa sangat jauh
π Cara Kerja
A kirim sinyal → B
B arahkan ke A
Terbentuk “jembatan wireless”
π Kelebihan
Stabil & cepat
Minim gangguan
Jarak jauh
π Kekurangan
Hanya 1 ke 1
Harus LOS (tidak terhalang)
πΈ 3. Point-to-Multipoint (PtMP)
π Koneksi 1 pusat ke banyak client
π Ciri-ciri
1 AP → banyak client
Pakai antena:
Omni (360°)
Sector (90°–120°)
π Digunakan untuk
Internet desa
RT/RW net
Kampus / sekolah
CCTV banyak titik
π Cara Kerja
AP memancarkan sinyal
Banyak client terhubung
Bandwidth dibagi
π Kelebihan
Bisa banyak client
Hemat & fleksibel
π Kekurangan
Kecepatan terbagi
Lebih mudah interferensi
πΈ 4. Perbedaan PtP vs PtMP
π PtP
2 perangkat
Antena directional
Stabil banget
Jarak jauh
Kecepatan dedicated
Contoh: Gedung A ↔ Gedung B
π PtMP
1 ke banyak
Antena omni / sector
Dipengaruhi user
Jarak sedang
Kecepatan dibagi
Contoh: Tower → rumah warga
π Intinya
PtP = 1 ke 1 (fokus & stabil)
PtMP = 1 ke banyak (fleksibel tapi berbagi)
π Konsep Dasar VLSM (Variable Length Subnet Mask)
πΈ 1. Pengertian VLSM
π VLSM adalah teknik membagi jaringan IP menjadi subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host.
- Tidak semua subnet sama
- Lebih hemat IP address
- Pengembangan dari FLSM (semua subnet sama besar)
πΈ 2. Kenapa VLSM Dibutuhkan
π Tanpa VLSM (pakai FLSM):
- Banyak IP terbuang π’
π Dengan VLSM:
- Subnet besar → untuk banyak host
- Subnet kecil → untuk sedikit host
- Lebih efisien π―
πΈ 3. Prinsip Dasar VLSM
π Langkah-langkah:
- Hitung kebutuhan host
- Urutkan dari terbesar → terkecil
- Alokasikan subnet terbesar dulu
- Gunakan sisa IP untuk subnet kecil
- Pastikan tidak overlap
πΈ 4. Contoh VLSM
π Network: 192.168.10.0/24
Kebutuhan:
- A = 100 host
- B = 50 host
- C = 25 host
- D = 10 host
π Hasil:
- Subnet A → /25 → 192.168.10.0/25
- Subnet B → /26 → 192.168.10.128/26
- Subnet C → /27 → 192.168.10.192/27
- Subnet D → /28 → 192.168.10.224/28
✨ Semua terpenuhi tanpa boros IP
πΈ 5. Kelebihan VLSM
π
- Hemat IP address
- Fleksibel
- Cocok untuk jaringan besar
πΈ 6. Kekurangan VLSM
π
- Perhitungan lebih sulit
- Harus teliti (biar tidak overlap)
- Butuh router yang support CIDR
πΈ Diagram Alur (Simple)
π 192.168.10.0/24
→ dibagi bertahap:
- /25 → untuk A
- /26 → untuk B
- /27 → untuk C
- /28 → untuk D
- sisa → cadangan
πΈ Tabel Ringkas
+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+
| Subnet | Prefix | Network | Usable Range | Broadcast | Total Addr | Usable Host |
+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+
| Subnet A | /25 | 192.168.10.0 | 192.168.10.1 - 192.168.10.126 | 192.168.10.127 | 128 | 126 |
+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+
| Subnet B | /26 | 192.168.10.128 | 192.168.10.129 - 192.168.10.190| 192.168.10.191 | 64 | 62 |
+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+
| Subnet C | /27 | 192.168.10.192 | 192.168.10.193 - 192.168.10.222| 192.168.10.223 | 32 | 30 |
+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+
| Subnet D | /28 | 192.168.10.224 | 192.168.10.225 - 192.168.10.238| 192.168.10.239 | 16 | 14 |
+-----------+--------+--------------------+-------------------------------+--------------------+-------------+---------------+
π HTB (Hybrid Transmission Box) – Serat Optik
πΈ 1. Pengertian HTB
π HTB (Hybrid Transmission Box) adalah perangkat untuk:
Mengelola & menggabungkan sinyal
Menghubungkan jaringan tembaga ↔ fiber optic
π Intinya: alat penghubung & konverter jaringan
πΈ 2. Fungsi HTB
π
π Konversi sinyal (listrik ↔ optik)
π Menggabungkan data, suara, video
π Menghubungkan jaringan berbeda
π Media converter (FTTH, dll)
πΈ 3. Media Converter HTB
π Alat untuk mengubah:
Kabel UTP (RJ-45) ➝ Fiber Optic
Fiber Optic ➝ UTP
π Supaya jaringan bisa lebih jauh & cepat
πΈ 4. Komponen HTB
π Port RJ-45
Untuk kabel UTP
Ke switch, router, PC
Kecepatan 10/100/1000 Mbps
π Port Fiber Optic
SC / LC / SFP
Jarak bisa sampai 20 km+
π Fitur tambahan
Auto MDI/MDIX (tidak perlu atur kabel)
πΈ 5. Cara Kerja HTB
π Step by step:
Data masuk dari UTP (listrik)
Diubah jadi sinyal optik
Dikirim lewat fiber optic
Di tujuan → diubah lagi ke listrik
π Jadi:
π UTP ➝ Fiber ➝ UTP
πΈ 6. Jenis HTB
π HTB-3100
10/100 Mbps
Jarak menengah
π HTB-4100 (Gigabit)
10/100/1000 Mbps
Untuk backbone
π HTB SFP
Bisa ganti modul
Lebih fleksibel
πΈ 7. Kelebihan HTB
π
Jarak jauh (hingga puluhan km)
Lebih stabil (tidak kena gangguan)
Hemat biaya
Mudah digunakan
πΈ 8. Contoh Penggunaan
π Kampus / kantor
→ hubungkan antar gedung
π FTTH (internet rumah)
→ dari ISP ke pelanggan
π CCTV
→ kirim video jarak jauh
π Kesimpulan
π HTB = alat konversi & penghubung jaringan tembaga dan fiber optic
π Keuntungan utama:
Lebih jauh
Lebih cepat
Lebih stabil
π Prinsip Dasar Sistem Networking Service
πΈ 1. Layered Architecture
π Model jaringan berlapis
-
OSI (7 layer)
Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, Application -
TCP/IP (4 layer)
Link, Internet, Transport, Application
πΈ 2. Addressing
π Sistem alamat perangkat
- IP Address → alamat unik perangkat
- MAC Address → alamat fisik perangkat
πΈ 3. Routing & Switching
π Pengiriman data
- Routing → antar jaringan (router)
- Switching → dalam jaringan (switch)
πΈ 4. Protocol
π Aturan komunikasi
- TCP → stabil & akurat
- UDP → cepat tapi tidak stabil
- HTTP/HTTPS → web
- SMTP → email
πΈ 5. Network Security
π Keamanan jaringan
- Firewall → filter data
- Encryption → enkripsi data
- VPN → koneksi aman
πΈ 6. Network Services
π Layanan jaringan
- DNS → nama domain → IP
- DHCP → bagi IP otomatis
πΈ 7. Bandwidth & Throughput
π Kinerja jaringan
- Bandwidth → kapasitas
- Throughput → kecepatan nyata
πΈ 8. QoS (Quality of Service)
π Prioritas jaringan
- Mengatur trafik penting
- Contoh: video & suara diprioritaskan
π Tabel Kotak Ringkasan
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Prinsip | Penjelasan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Layered Architecture | Model OSI (7 layer) & TCP/IP (4 layer) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Addressing | IP Address (logis) & MAC Address (fisik) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Routing | Mengirim data antar jaringan (router) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Switching | Mengirim data dalam LAN (switch) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Protocol | TCP, UDP, HTTP/HTTPS, SMTP |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Network Security | Firewall, Encryption, VPN |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Network Services | DNS (nama → IP), DHCP (bagi IP otomatis) |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Bandwidth | Kapasitas maksimum jaringan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| Throughput | Kecepatan nyata transfer data |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
| QoS | Prioritas trafik jaringan |
+----------------------+--------------------------------------------------------------+
π Versi Super Singkat
+----------------+----------------------------------+
| Networking | Sistem komunikasi antar perangkat|
+----------------+----------------------------------+
| Inti | Layer, Address, Routing, Protocol|
| Layanan | DNS, DHCP |
| Keamanan | Firewall, VPN |
| Kinerja | Bandwidth & QoS |
+----------------+----------------------------------+
π Intinya
π Networking service = cara perangkat saling komunikasi & berbagi data
π Kunci utama:
- Ada aturan (protocol)
- Ada alamat (IP)
- Ada jalur (routing)
✨ Baru jaringan bisa berjalan dengan baik ✨
π Penghitungan Subnetting
πΈ Konsep Dasar
π Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep subnetting dengan baik, sekarang saatnya mempelajari teknik penghitungan subnetting.
π Penghitungan subnetting dapat dilakukan dengan dua cara:
Cara binary (relatif lebih lambat)
Cara khusus (lebih cepat)
π Pada dasarnya, semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar pada 4 hal:
Jumlah subnet
Jumlah host per subnet
Blok subnet
Alamat host & broadcast
πΈ Penjelasan CIDR
π Penulisan IP address biasanya seperti 192.168.1.2, tetapi kadang ditulis 192.168.1.2/24.
π Artinya:
IP tersebut menggunakan subnet mask 255.255.255.0
π /24 berasal dari 24 bit biner 1:
11111111.11111111.11111111.00000000
π Konsep ini disebut CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan tahun 1992.
π Tabel Subnet Mask & CIDR
+-------------------+--------+-------------------+--------+
| Subnet Mask | CIDR | Subnet Mask | CIDR |
+-------------------+--------+-------------------+--------+
| 255.128.0.0 | /9 | 255.255.240.0 | /20 |
| 255.192.0.0 | /10 | 255.255.248.0 | /21 |
| 255.224.0.0 | /11 | 255.255.252.0 | /22 |
| 255.240.0.0 | /12 | 255.255.254.0 | /23 |
| 255.248.0.0 | /13 | 255.255.255.0 | /24 |
| 255.252.0.0 | /14 | 255.255.255.128 | /25 |
| 255.254.0.0 | /15 | 255.255.255.192 | /26 |
| 255.255.0.0 | /16 | 255.255.255.224 | /27 |
| 255.255.128.0 | /17 | 255.255.255.240 | /28 |
| 255.255.192.0 | /18 | 255.255.255.248 | /29 |
| 255.255.224.0 | /19 | 255.255.255.252 | /30 |
+-------------------+--------+-------------------+--------+
π Subnetting Class C
πΈ Contoh Kasus
π Network: 192.168.1.0/26
192.168.1.0 → kelas C
/26 → 255.255.255.192
πΈ Penghitungan
π 1. Jumlah Subnet
2^x = 2^2 = 4 subnet
π 2. Jumlah Host
2^6 – 2 = 62 host
π 3. Blok Subnet
256 – 192 = 64
π Subnet: 0, 64, 128, 192
π Tabel Hasil Subnetting
+------------------+------------------+------------------+------------------+
| Subnet | Host Pertama | Host Terakhir | Broadcast |
+------------------+------------------+------------------+------------------+
| 192.168.1.0 | 192.168.1.1 | 192.168.1.62 | 192.168.1.63 |
| 192.168.1.64 | 192.168.1.65 | 192.168.1.126 | 192.168.1.127 |
| 192.168.1.128 | 192.168.1.129 | 192.168.1.190 | 192.168.1.191 |
| 192.168.1.192 | 192.168.1.193 | 192.168.1.254 | 192.168.1.255 |
+------------------+------------------+------------------+------------------+
π Subnet Mask Class C
+---------------------+--------+
| Subnet Mask | CIDR |
+---------------------+--------+
| 255.255.255.128 | /25 |
| 255.255.255.192 | /26 |
| 255.255.255.224 | /27 |
| 255.255.255.240 | /28 |
| 255.255.255.248 | /29 |
| 255.255.255.252 | /30 |
+---------------------+--------+
π Subnetting Class B
π Subnetting class B memiliki konsep yang sama, tetapi:
CIDR /17 – /24 → seperti class C (oktet ke-3)
CIDR /25 – /30 → menggunakan oktet ke-4
π Langkah-Langkah Instalasi Peer To Peer
πΈ Tahapan Instalasi
π
- Klik Start, ketik “Control Panel” lalu pilih.
- Pada tampilan Control Panel pilih “Network and Internet”, lalu klik Network and Sharing Center.
- Pilih Network and Sharing Center.
- Pilih Change Adapter Setting, klik kanan pada Local Area Connection.
- Pilih tab Properties.
- Klik “Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)”.
- Setelah muncul tampilan, isi IP di Laptop 1 (192.168.30.2).
- Lakukan hal yang sama pada komputer yang satunya.
- Isi IP di Laptop 1 (192.168.30.2).
- Lakukan hal yang sama pada komputer yang satunya. Setting dengan IP
- Setelah muncul tampilan seperti dibawah ini, kemudian isi IP di Laptop 2 (192.168.30.6).
Untuk mengetahui bahwa jaringan terkoneksi atau tidak maka dilakukan tes koneksi ping Laptop A ke Laptop B dan sebaliknya dengan cara, pilih menu Start lalu pilih Run (Windows+R), ketik cmd.
- Pada laptop 1, Ketikkan IP Adress yang dimiliki laptop 2 (192.168.30.6) dan tekan Enter. Jika ada pesan Reply ke ip tujuan maka dapat dipastikan Laptop A terkoneksi dengan Laptop B.
- Ping Laptop A ke BPada laptop 2, Ketikkan IP Adress yang dimiliki laptop 1 (192.168.30.2) dan tekan Enter. Jika ada pesan Reply ke ip tujuan maka dapat dipastikan Laptop 2 terkoneksi dengan Laptop 1.
Jika seluruh tahapan diatas kamu lakukan dengan benar maka kamu akan berhasil dan tidak akan menemukan kendala. Jadi, lakukan dengan teliti dan tidak perlu tergesa-gesa saat melakukan ujian praktikum agar tidak mengulang jika terjadi kesalahan. Manfaatkan waktu dengan baik maka kamu akan memperoleh hasil yang maksimal.
Sekian pembahasan kami tentang "Tahapan Lengkap Praktikum Pengkabelan UTP Beserta Gambar". Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar dibawah. Share bila dirasa artikel ini bermanfaat, Terimakasih.
π Nomor ini bersifat unik karena setiap komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda.
π IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network.
π Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia.
π Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang dikenal dengan IANA, salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia.
π IP Address dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C.
π Kelas A
π IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127 (0–127).
π Karakteristik IP Kelas A
+----------------+-------------------------------------------+
| Format | 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH |
+----------------+-------------------------------------------+
| Bit Pertama | 0 |
| Network ID | 8 bit |
| Host ID | 24 bit |
| Range IP | 1.x.x.x – 126.x.x.x |
| Jumlah | 126 (0 dan 127 dicadangkan) |
| Jumlah IP | 16.777.214 |
+----------------+-------------------------------------------+
π Misalnya IP address 120.31.45.18 maka:
- Network ID = 120
- Host ID = 31.45.18
- Subnetmask = 255.0.0.0
π Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120.
π Kelas B
π IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama diberikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 128 sampai 191 (128–191).
π Karakteristik IP Kelas B
+----------------+-------------------------------------------+
| Format | 10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH |
+----------------+-------------------------------------------+
| Bit Pertama | 10 |
| Network ID | 16 bit |
| Host ID | 16 bit |
| Range IP | 128.x.x.x – 191.x.x.x |
| Jumlah | 16.384 |
| Jumlah IP | 65.532 |
+----------------+-------------------------------------------+
π Misalnya IP address 150.70.45.18 maka:
- Network ID = 150.70
- Host ID = 60.56
- Subnetmask = 255.255.0.0
π Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar