Dalam perkembangan teknologi komunikasi modern, kebutuhan
akan koneksi internet berkecepatan tinggi menjadi hal yang sangat
penting. Salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut adalah jaringan berbasis serat optik (fiber optic),
karena mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan
kestabilan yang baik. Namun, karena sebagian besar perangkat seperti laptop, access point, dan router masih menggunakan sinyal listrik berbasis Ethernet (LAN), maka diperlukan perangkat tambahan seperti media converter (HTB)
untuk mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik. Melalui praktikum
ini, mahasiswa mempelajari proses bagaimana koneksi jaringan dari Internet Service Provider (ISP) dapat diakses hingga ke perangkat akhir, serta bagaimana cara mencari dan menguji IP Address ISP secara langsung.
Rangkaian sistem jaringan pada praktikum ini disusun secara berurutan
agar proses transmisi data dapat berjalan optimal. Pertama, sinyal
internet dari ISP masuk ke hub atau access point melalui kabel UTP (Ethernet). Dari sana, koneksi diteruskan ke perangkat HTB (media converter) yang berfungsi mengonversi sinyal listrik menjadi sinyal optik, dan sebaliknya. HTB kemudian dihubungkan dengan converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic, sehingga sinyal optik dapat kembali diubah menjadi sinyal listrik untuk diteruskan ke router atau Mikrotik. Router tersebut bertugas mengelola distribusi jaringan ke berbagai perangkat lain, seperti access point untuk koneksi nirkabel dan laptop melalui kabel LAN untuk koneksi langsung.
Setelah semua perangkat terpasang dengan benar, tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi IP dan pengujian konektivitas jaringan. Pengujian dimulai dengan membuka Command Prompt (CMD) dan mengetikkan perintah ipconfig untuk mengetahui IPv4 Address, Subnet Mask, serta Default Gateway yang diberikan oleh ISP. Setelah IP Address ISP ditemukan, dilakukan pengujian ping ke alamat tersebut untuk memastikan koneksi telah berjalan dengan baik. Apabila hasil pengujian menunjukkan adanya balasan (reply),
maka hal ini menandakan bahwa jaringan telah tersambung dan komunikasi
antarperangkat berlangsung dengan sukses. Melalui kegiatan ini,
mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang cara kerja
jaringan berbasis fiber optic, proses konversi sinyal, serta prinsip
pengalamatan IP yang menjadi dasar komunikasi data dalam sistem jaringan
modern.
2. TUJUAN
Tujuan dari praktikum Komunikasi Optik 2: Mencari IP Address ISP ini adalah sebagai berikut:
A. Untuk mengetahui alamat IP (IP Address) yang digunakan oleh perangkat saat terhubung ke jaringan internet.
B. Untuk mengenal ISP (Internet Service Provider) yang menyediakan layanan internet yang digunakan.
C. Untuk memahami kelas IP, subnet mask, dan prefix yang digunakan dalam jaringan.
D. Untuk melatih kemampuan dalam menganalisis jaringan berdasarkan hasil pencarian IP Address.
E. Untuk mengaitkan antara konsep komunikasi optik dan sistem jaringan internet dalam kehidupan sehari-hari.
3. ALAT DAN BAHAN
A. Access Point (ISP)
B. HTB (Media Converter)
C. Kabel Fiber Optik
D. Converter FO to LAN A/B
E. Router / Mikrotik
F. Switch / Hub
G. Kabel LAN (UTP)
H. Laptop
B. HTB (Media Converter)
C. Kabel Fiber Optik
D. Converter FO to LAN A/B
E. Router / Mikrotik
F. Switch / Hub
G. Kabel LAN (UTP)
H. Laptop
Langganan:
Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar